Selasa, 10 Desember 2013

7 JANJI ALLAH BAGI ORANG YANG TAKUT AKAN DIA (MZM 34:1-23)

Ketika kita mempelajari Mazmur Daud ini kita menemukan ada 7 janji Allah kepada umat-Nya.

1. Melepaskan dari rasa takut (5)

2. Menyelamatkan dari kesesakan  (7, 18)

3. Mengutus Malaikat untuk menjaga (8)

4. Menyediakan kebutuhan (10)

5. Memberikan kehidupan yang lebih baik (13)

6. Mendengar doa (16)

7. Menghibur kita dengan kehadirNya (19)

Khotbah Minggu GKII Imanuel Sintang, 3 Nov 2013

Tema: Menjadi Gereja Yang Berdampak Luas

Pendahuluan
Firman Tuhan berkata dalam kitab Kejadian bahwa ia menciptakan langit dan bumi 6 hari.  Tuhan memberi pembagian atas ciptaan.
Hari pertama wilayah siang dan malam,
Hari kedua wilayah langit
Hari ketiga tanah dan tumbuh-tumbuhan. dst
Semua wilayah itu kuncinya terdapat pada ayat 26 yaitu diberikan kepada manusia untuk menguasainya.

Untuk menjadi gereja yang berdampak luas maka 0rang percaya harus menguasai paling tidak 7 wilayah:

1. Wilayah pertama, Rumah Tangga/keluarga (Kej 1:26-27)
    Rumah tangga adalah warisan Allah yang Maha Tinggi, Ia bermaksud agar manusialah yang menjadi pewaris.  Untuk menjadi orang percaya berdampak luas rumah tangga harus dikuasai.  keluarga harus kuat dalam Tuhan.  Suami harus kuat dalam iman jadi contoh dan imam dalam rumah tangga.
Keluarga harus kuat dalam doa, kuat dalam ibadah, kuat dalam pelayanan kepada Tuhan.

2. Wilayah Kedua, Gereja
    Ada 4 paggilan gereja:
    a. Panggilan bersekutu (Kis 2:8
    b. Panggilan bersaksi (Kis 28:19-20)
    c. Panggilan untuk mengajar/mendidik (Mat 28:19)
    d. Panggilan melayani, Misi dan PI (Mat 20:28)
keempat panggilan ini harus dikerjakan dengan baik maka wilayah gereja akan dikuasai, gereja akan menjadi berdampak.

3. Wilayah Pendidikan/ Sekolah (Amsal 22:6)
Meskipun banyak orang Kristen yang terdidik namun perhatian terhadap pendidikan oleh orang Kristen (GKII) dianggap masih kurang. Jika dibandingkan dengan Katolik dan Islam.

4. Wilayah Pemerintah & Politik (Kej 41-42)
   Yusuf, Daniel dll. menjadi inspirasi bagaimana orang Kristen seharusnya dapat mengusai wilayah ini.
 Gereja harus menyiapkan bagi jemaatnya yang akan terjun dan terpanggil dalam tugas ini.  gereja harus mengutus mereka agar menjadi terang dan garam dalam tugasnya.

5. Wilayah Media (2 Tim 3:16)
Merambahnya media masa dan alat komunikasi lainnya dalam zaman modern ini memberi pengaruh yang sangt besar bagi gereja Tuhan.  Orang percaya dan jemaatnya harus mengusai media dalam memberitakan Firman  Tuhan yang menyelamatkan itu.

6. Wilayah Olahraga, Seni dan Hiburan ( 1 Kor 9:27)
  Olahraga yang hebat dan terkenal orang percaya harus ada disana, jadi saksi juga pernah dilakukan oleh pesepkbola yang terkenal seperti KAKA yang setiap kali merayakan golnya ia selalu memuji Tuhan di tengah lapangan. tentu kita tahu bahwa ia bermaksud untuk berterima kasih kepada Tuhan.

7. Wilayah Bisnis dan Ekonomi (Kej 9:4)
Orang percaya harus lebih banyak menjadi pelaku bisnis dan ekonomi yang baik dan takut akan Tuhan.  Pebisnis yang jujur, tidak melakukan kecurangan dalam usaha. Menguasai berbagai bidang dalam dunia usaha, itulah panggilan Tuhan atas umat-Nya yang mengasihi dan takut akan Dia.

Khotbah Minggu GKII Imanuel Sintang, 13 Oktober 2013.

Sabtu, 16 November 2013

Kobarkan Api Penginjilan



Efesus 4:11-12

Tuhan memberikan mandat kepada orang percaya untuk menjadi orang percaya yang berdampak luas;
diberikan wewenang menjadi rasul, nabi-nabi, para penginjil dan pengajar-pengajar.
Hal itu menjadi fokus Allah dalam menggenapi rancanganNya dalam dunia ini.

Zaman rasul-rasul dan para nabi sudah berlalu, sekarang adalah zaman bagai para penginjil dan para pengajar membawa orang kepada kebenaran Injil yang memerdekakan.

Tuhan mau memakai orang-orang percaya, anak-anak muda untuk memberitakan Injil.
Pekerjaan pemberitaan Injil masih belum tuntas; Tuhan memanggil orang-orang untuk menjadi penginjil.

Tuhan mau pakai orang-orang muda dan orang - orang yang punya beban untuk melaksanakan mandat pemberitaan Injil.  Jadi penginjil/pemberita Firman Tuhan merupakan pekerjaan yang paling mulia.
Generasi yang akan datang perlu didoakan untuk menjadi alat dalam tangan Tuhan untuk memberitakan Injil.

Perintah Tuhan adalah mengerjakan pekerjaan yang masih tersisa ini;
Tugas penginjilan adalah tugas merampas orang dari api neraka, dari kebinasaan.
Ketika orang sudah dirampas dari api neraka, maka ia perlu bertumbuh dalam persekutuan orang-orang percaya; diajar dalam kebenaran Tuhan, aga juga dapat melaksanakan tugas/mandat pemberitaan Injil.

"Kobarkanlah Api Penginjilan, Sampai semua Orang mengenal Yesus 
sebagai Tuhan dan Juruselamat."







Senin, 23 September 2013

Perkauan GKII Imaneul Sintang Ikut Kegiatan Perkauan GKII Daerah Sintang

Perkauan GKII Imaneul Sintang Ikut Kegiatan Perkauan GKII Daerah Sintang

Ibu Gembala Sidang bersama Ibu Suyoto dan ibu-ibu perkauan lainnya.





















Pemuda Kristen vs Gemerlapnya Sudut Kota

PEMUDA KRISTEN
 VS
Gemerlapnya
Sudut Kota


Pada jaman ini, kemajuan tidak mungkin dihindari, justru setiap orang ingin hidup dalam banyak kemajuan. 

Terlepas dari banyaknya hal positif yang patut disyukuri, ada hal-hal lain yang juga patut disikapi dengan hati-hati, secara khusus generasi muda, dan lebih khusus lagi generasi muda Kristen.

Munculnya tempat-tempat hiburan malam; karaoke, cafe, mungkin saja hal itu baik, tetapi jika tidak hati-hati hal tersebut bisa membahayakan generasi muda Kristen. 

Gemerlapnya kota sering mengalihkan perhatian anak-anak muda Kristen untuk tidak lagi setia kepada Tuhan, dalam kegiatan persekutuan, doa dan kegiatan rohani lainnya.

Generasi muda Kristen harus hidup dalam kekudusan, dan menjaga dirinya tidak terjerumus ke dalam hal-hal buruk yang semakin merajalela di sekitar.  Tidak ada yang salah dalam sebuah kemajuan; yang menentukan adalah sikap kita menyikapi—terbawa arus atau tetap kokoh, menjadi garam dan terang.



RAKERDA II GKII Daerah Sintang

RAPAT KERJA GKII DAERAH SINTANG TAHUN 2013
(Bertempat di GKII Imanuel Sintang)


Sesaat sebelum acara pembukaan RAKERDA II GKII Daerah Sintang
(Tempat: GKII Imanuel Sintang)

 Tampak Bagian dalam gedung GKII Imanuel Sintang 

 Sekretaris GKII Daerah Sintang: Pdt. Yuliono, M. Th.
Sedang memimpin doa pembuka 

 Ketua Pantia RAKERDA II GKII Daerah Sintang
Bp. Agus Darius, SH - Menyampaikan kata sambutan 

 Ketua Daerah GKII Daerah Sintang : Pdt. Isamil Munti, S.Th.
Menyampaikan Kata Sambutan 


 Bupati Sintang : Drs. Milton Crosby, M.Si.
Menyampaikan Kata Sambutan sekaligus membuka RAKERDA II GKII Daerah Sintang







Senin, 29 April 2013


“Menyelaraskan Diri dengan
Rencana Kekal TUHAN”
 

Tujuan kekal Allah adalah agar semua suku bangsa membawa kemuliaan bagi nama-Nya yang kudus; memuji dan menyembah-Nya.  
Ketika Tuhan memanggil Abram (Kej 12:1-3), Tuhan memberikan perjanjian berkat kepada Abram.  Bahwa Tuhan menjadikan Abram bangsa yang besar.  Tidak hanya itu namun dengan segala janji berkat yang Tuhan berikan kepada Abram. 
Hal yang mungkin saja terlupakan dan terabaikan oleh sebagian besar orang adalah bahwa pada janji berkat itu Tuhan menjadikan bangsa-bangsa di muka bumi mendapat berkat “oleh” Abram.  Artinya bahwa melalui atau di dalam Abramlah segala suku bangsa di muka bumi beroleh berkat.  Jika Abram tidak mengikuti perintah Tuhan untuk pergi dari negerinya, maka berkat yang seharusnya mengalir kepada suku-suku bangsa melaluinya tidak akan pernah menjadi milik suku-suku bangsa. 
Tuhan memberkati bangsa-bangsa tidak hanya tentang berkat jasmani, tetapi berkat keselamatan kekal.  Tujuan kekal Allah jelas, yaitu agar semua orang beroleh berkat kehidupan kekal, sebagai keturunan Abaraham secara rohani yang menerima berkat perjanjian Tuhan.  Melalui Abraham; oleh keturunannya kaum di muka bumi beroleh berkat.
Jadi, dipahami sekarang, berkat yang Tuhan berikan kepada Abraham tidak berhenti di Abraham atau hanya dinikmati oleh Abaraham saja.  Itu baru penggenapan berkat yang di pihak Abraham saja.  Jika dimengerti demikian, maka belum lengkap.  Sebab Rencana Kekal Allah, adalah memberkati bangsa-bangsa.  Maka dalam ayat 3 di Kejadian 12 setelah Tuhan menguraikan berkat-berkat yang diberikanNya kepada Abaraham, ada frasa “OLEHMU” semua bangsa di muka bumi mendapat berkat. 
Ketika Abram diberkati Allah, “OLEH Abram”lah bangsa-bangsa diberkati.  Berkat yang Abram terima dari Tuhan tidak hanya untuk dinikmati Abraham, tetapi oleh Abraham, di dalam berkat yang diterima Abram itu juga bangsa lain mendapat berkat. 
Dalam mencapai tujuan-Nya, Tuhan ber-kenan memakai manusia yang dipilihNya.  Tuhan mau memberkati bangsa-bangsa melalui orang-orang yang dipilihNya.
 Jika demikian, maka seharusnya orang Kristen memiliki keselarasan hidup dalam tujuan Allah itu.  Jelas, bahwa Tuhan mau melibatkan orang percaya untuk memberkati orang lain, suku-suku bangsa yang lain.  Di dalam berkat yang Tuhan janjikan, ada bagian bagi orang lain, suku bangsa lain. Itulah artinya “Diberkati untuk Menjadi Berkat”.  Itu artinya kita memainkan peran dalam penggenapan janji Tuhan bagi suku-suku bangsa di muka bumi ini.   “OLEH” kita gereja diberkati, “OLEH” gereja maka kota kita diberkati, Negara diberkati, suku terabaikan diberkati. (bg”)