Senin, 23 September 2013
Pemuda Kristen vs Gemerlapnya Sudut Kota
PEMUDA KRISTEN
VS
Gemerlapnya
Sudut Kota
Pada jaman ini, kemajuan tidak mungkin dihindari, justru setiap orang ingin hidup dalam banyak kemajuan.
Terlepas dari banyaknya hal positif yang patut disyukuri, ada hal-hal lain yang juga patut disikapi dengan hati-hati, secara khusus generasi muda, dan lebih khusus lagi generasi muda Kristen.
Munculnya tempat-tempat hiburan malam; karaoke, cafe, mungkin saja hal itu baik, tetapi jika tidak hati-hati hal tersebut bisa membahayakan generasi muda Kristen.
Gemerlapnya kota sering mengalihkan perhatian anak-anak muda Kristen untuk tidak lagi setia kepada Tuhan, dalam kegiatan persekutuan, doa dan kegiatan rohani lainnya.
Generasi muda Kristen harus hidup dalam kekudusan, dan menjaga dirinya tidak terjerumus ke dalam hal-hal buruk yang semakin merajalela di sekitar. Tidak ada yang salah dalam sebuah kemajuan; yang menentukan adalah sikap kita menyikapi—terbawa arus atau tetap kokoh, menjadi garam dan terang.
RAKERDA II GKII Daerah Sintang
RAPAT KERJA GKII DAERAH SINTANG TAHUN 2013
(Bertempat di GKII Imanuel Sintang)
Sesaat sebelum acara pembukaan RAKERDA II GKII Daerah Sintang
(Tempat: GKII Imanuel Sintang)
(Tempat: GKII Imanuel Sintang)
Tampak Bagian dalam gedung GKII Imanuel Sintang
Sekretaris GKII Daerah Sintang: Pdt. Yuliono, M. Th.
Sedang memimpin doa pembuka
Ketua Pantia RAKERDA II GKII Daerah Sintang
Bp. Agus Darius, SH - Menyampaikan kata sambutan
Ketua Daerah GKII Daerah Sintang : Pdt. Isamil Munti, S.Th.
Menyampaikan Kata Sambutan
Bupati Sintang : Drs. Milton Crosby, M.Si.
Menyampaikan Kata Sambutan sekaligus membuka RAKERDA II GKII Daerah Sintang
Senin, 29 April 2013
“Menyelaraskan Diri dengan
Rencana Kekal TUHAN”
Tujuan kekal Allah adalah agar semua suku bangsa membawa kemuliaan bagi nama-Nya yang kudus; memuji dan menyembah-Nya.
Ketika Tuhan memanggil Abram (Kej 12:1-3), Tuhan memberikan perjanjian berkat kepada Abram. Bahwa Tuhan menjadikan Abram bangsa yang besar. Tidak hanya itu namun dengan segala janji berkat yang Tuhan berikan kepada Abram.
Hal yang mungkin saja terlupakan dan terabaikan oleh sebagian besar orang adalah bahwa pada janji berkat itu Tuhan menjadikan bangsa-bangsa di muka bumi mendapat berkat “oleh” Abram. Artinya bahwa melalui atau di dalam Abramlah segala suku bangsa di muka bumi beroleh berkat. Jika Abram tidak mengikuti perintah Tuhan untuk pergi dari negerinya, maka berkat yang seharusnya mengalir kepada suku-suku bangsa melaluinya tidak akan pernah menjadi milik suku-suku bangsa.
Tuhan memberkati bangsa-bangsa tidak hanya tentang berkat jasmani, tetapi berkat keselamatan kekal. Tujuan kekal Allah jelas, yaitu agar semua orang beroleh berkat kehidupan kekal, sebagai keturunan Abaraham secara rohani yang menerima berkat perjanjian Tuhan. Melalui Abraham; oleh keturunannya kaum di muka bumi beroleh berkat.
Jadi, dipahami sekarang, berkat yang Tuhan berikan kepada Abraham tidak berhenti di Abraham atau hanya dinikmati oleh Abaraham saja. Itu baru penggenapan berkat yang di pihak Abraham saja. Jika dimengerti demikian, maka belum lengkap. Sebab Rencana Kekal Allah, adalah memberkati bangsa-bangsa. Maka dalam ayat 3 di Kejadian 12 setelah Tuhan menguraikan berkat-berkat yang diberikanNya kepada Abaraham, ada frasa “OLEHMU” semua bangsa di muka bumi mendapat berkat.
Ketika Abram diberkati Allah, “OLEH Abram”lah bangsa-bangsa diberkati. Berkat yang Abram terima dari Tuhan tidak hanya untuk dinikmati Abraham, tetapi oleh Abraham, di dalam berkat yang diterima Abram itu juga bangsa lain mendapat berkat.
Dalam mencapai tujuan-Nya, Tuhan ber-kenan memakai manusia yang dipilihNya. Tuhan mau memberkati bangsa-bangsa melalui orang-orang yang dipilihNya.
Jika demikian, maka seharusnya orang Kristen memiliki keselarasan hidup dalam tujuan Allah itu. Jelas, bahwa Tuhan mau melibatkan orang percaya untuk memberkati orang lain, suku-suku bangsa yang lain. Di dalam berkat yang Tuhan janjikan, ada bagian bagi orang lain, suku bangsa lain. Itulah artinya “Diberkati untuk Menjadi Berkat”. Itu artinya kita memainkan peran dalam penggenapan janji Tuhan bagi suku-suku bangsa di muka bumi ini. “OLEH” kita gereja diberkati, “OLEH” gereja maka kota kita diberkati, Negara diberkati, suku terabaikan diberkati. (bg”)
.....(tidak) semuanya sama???
....(TIDAK) SEMUANYA SAMA???
Ketika orang tertentu memberi pernyataan semua agama di dunia ini memiliki tujaun yang sama, maka sebagai orang percaya yang sungguh kita memiliki jawaban yang sama, bahwa sama sekali tidak sama. Karena keselamatan orang Kristen adalah keselamatan di dalam Anugerah oleh Kematian Kristus. Apakah itu satu-satunya kebenaran? Jika berbicara tentang kebenaran TUHAN, maka itulah kebenaran yang mutlak. Sebab Tuhan yang dipercaya oleh orang Kristen, bukan khusus Tuhan—nya orang Krsiten, tetapi TUHAN semesta alam, pencipta langit dan bumi, berkuasa atas kehidupan dan kematian, berkuasa di dunia dan di akhirat. Itu jelas, kebenarannya mutlak, tidak terbantahkan.
Ketika orang tertentu, berkata semua gereja sama, apakah kita juga setuju atau menolak pernyataan tersebut? Kita berpikir sejenak, bukankah kita sama-sama menyembah dan melayai Yesus dan Tuhan yang sama. Ya.. Sejauh itu benar.
Akan tetapi, kita perlu menyadari kehadiran gereja di tengah-tengah masyarakat tidak terlepas dari hati Tuhan yang dicurahkannya bagi gereja-NYA. Gereja ada karena Tuhan menghendaki di dalamnya Nama-Nya dimuliakan dan diberitakan ke suku-suku bangsa. Saat ini gereja menjamur di mana-mana dengan atas nama melayani Tuhan, apakah itu kurang cukup rohani untuk kita menyetujui bahwa gereja semua pada akhirnya sama??
Untuk menjawab itu, kita perlu mengerti arti gereja. Gereja dalam bahasa asalnya “EKKLESIA” yang artinya ditarik dari kegelapan kepada Terang Kristus yang ajaib. Jadi gereja adalah kumpulan orang-orang yang ditarik dari kehidupan bukan percaya kepada kehidupan percaya di dalam Yesus. Ketika orang-orang percaya berkumpul maka terbentuklah gereja.
Sekilas tentang Gereja Kemah Injil di seluruh dunia telah lahir dan hadir dari Hati Allah yang murni melalui AB. Simpson untuk menarik orang-orang dari kebinasaan kepada keselamatan di dalam Yesus. Gereja Kemah Injil tidak lahir dari perseteruan dengan gereja tertentu, melainkan muncul dari visi yang diterima AB Simpson dari Tuhan untuk membawa berita Injil kepada suku-suku bangsa. Dan benar, bahwa melalui Ab Simpson dan hamba-hamba Tuhan yang diutus, telah tersebar kabar keselamatan ke 86 Negara, dan secara khusus hampir di seluruh pelosok Indonesia. Dan Keberadaan Gereja Kemah Injil di seluruh dunia saat ini senantiasa ada dalam dimensi yang tetap dan sama sebagaimana lahirnya dulu.
Adalah satu kehormatan, jika Tuhan berkenan memakai orang-orang percaya sebagai perpanjangan tangan-Nya untuk menjangkau bangsa-bangsa lain. Itu artinya, kehadiran orang Kristen dalam suatu gereja bukanlah karena kebetulan, tetapi karena Tuhan mengutusnya untuk mengambil peran di dalam gereja bagi penggenapan visi Allah melalui gereja tersebut bagi dunia.
Dalam kesempatan tertentu kita melihat gereja terbentuk karena konflik, perseteruan dan perpecahan. Bahkan ada istilah “mencuri domba”. Apakah itu cukup rohani untuk mengatakan gereja yang dikehendaki Tuhan. Harus kita bisa membedakan antara “Kehendak Tuhan” dengan “Seijin Tujan”. Kehendak Tuhan membawa damai sejahtera karena itu dari Hati-Nya yang Ia nyatakan. “Seijin Tuhan” itu karena kekerasan hati dan kedegilan hati yang memaksa kehendak diri, hasilnya bukan damai sejahtera, tetapi keresahan, tidak seia, tidak sekata, kesombongan, keegoisan, keserakahan lebih kepada meninggikan diri dengan mengemasnya dalam kemasan rohani agar tidak kelihatan motivasi yang salah dibaliknya. Kecuali ada pertobatan yang sungguh dan kembalikan diri kepada tujuan Tuhan Allah.
Pada akhirinya apa jawabanya? Apakah semua gereja sama? Kita sendiri bisa memutuskan jawabannya sama atau tidak sama. Pada prinsipnya gereja itu adalah milik Tuhan, tetapi jika melihat proses kehadirannya, mari kita berpikir sejenak dan memutuskan jawabannya “Sama’ atau “tidak sama”. (Red*)
Henry Martin (1781-1812)-SINGKAT namun BERDAMPAK
SINGKAT namun BERDAMPAK
Henry Martin (1781-1812)
Henry Martin berlayar ke India pada masa ketika para misionaris dianggap sebagai ancaman terhadap kepentingan bisnis British East India Company (BEIC). Bagaimanapun Henry menemukan jalan di antara tantangan itu. Pada tahun 1805, Henry pergi ke India sebagai pendeta BEIC, sebuah posisi yang memungkinkannya menerjemahkan Kitab PB ke dalam bahasa Ursu, Arab, dan Persia. Tugas ini memaksannya melakukan pengorbanan besar dama masa enam tahun yang pendek.
Selama empat tahun pertama di India, Henry melayani di pos militer dan berkhotbah di hadapan orang-orang Eropa dan India. Dia mendirikan sekolah-sekolah dan mulai menterjemahkan Alkitab PB ke dalam bahasa Urdu.
Meskipun di kritik oleh rekan sepelayanan, Henry menghabiskan waktu di antara orang-orang suku asli dan mengabarkan Injil di tengah-tengah mereka. Di India, Henry seringkali rindu kampong halamannya dan merasa tertekan. Dalam buku ha-riannya terpancar rasa sakit yang dialaminya ketika hidup tanpa seorang istri dan jauh dari keluarganya. Meskipun demikian dia berketetapan tinggal di India sampai Tuhan memanggilnya pergi ke tempat lain. “Aku merasa semua hubungan duniawi tidaklah penting,”tulisnya. “Aku dilahirkan untuk Allah saja”.
Pada tahun 1811 dia berlayar menuju Persia. Dia berharap kesehatannya akan terus membaik sementara dia menterjemahkan PB ke dalam bahasa Persia dan Arab. Henry mempunyai mimpi untuk member hasil terjemahan ALkitab dalam bahasa Persia kepada Shah-Fateh Ali Sha Kajar, tetapi ini tidak pernah terjadi. Di tahun 1812, Henry melakukan perjalanan antar benua menuju Inggris, dia berharap kepulangannya akan membuat penyakit TBC-nya akan membaik. Ketika dia dan rekan seperjalanannya sampai di Tokat, Turki, pada tanggal 16 Oktober 1812, Henry meninggal dunia di usia 31 tahun. Hidup yang singkat
Henry tahu bahwa hasil karyanya tidak akan sia-sia. Di ulang tahun terakhirnya, dia menulis di buku hariannya, “Firman Tuhan terlah menemukan jalannya menuju Persia dan jika Tuhan sudah bekerja tidak ada kuasa setan dapat menggantikan kemajuannya.”
Hidup singkat namun berdampak lebih berharga dari hidup 100 tahun tak berkarya.
Hidup muda singkat, namun akan menjadi kenangan sepanjang hidup jika dipersembahkan bagi Kristus untuk kemuliaan-Nya.
Senin, 22 April 2013
Ketika Berkata "tak akan pernah menyerah"
"Ketika Berkata "tak akan pernah menyerah"
Ketika seseorang mengatakan "aku tak akan pernah menyerah", ia adalah seorang yang sangat kuat meski situasi yang dihadapi sedang membuktikan bahwa ia mungkin saja lemah. Kekuatan perkataan yang ditujukan kepada diri sangatlah berpengaruh bagi kemajuan untuk terus melangkah meski sukar.
"aku tak akan pernah menyerah", adalah salah satu manifestasi dari sifat ke'tekun'an yang tertanam dalam kehidupan seseorang.
Tekun itu sangat perlu,,Dengan tekun, tak mudah menyerah..Tekun tak memberi tempat bagi "ingin menyerah"
Dalam kehidupan sehari-hari sikap yang demikian sangat perlu dimiliki oleh setiap orang. Hidup ini tidak akan pernah terlepas dari perjuangan, pergumulan yang tak jarang membuat beberapa orang mundur, menyerah dan terhilang dari arena kehidupan tanpa berhasil mewujudkan kerinduan dan tujuan hidupnya.
Bertekun memberi tempat bagi kesungguhan diri untuk terus berusaha dengan keyakinan yang tinggi, sehingga jiga kegagalan pun dialami tidak senantiasa dipandang sebagai keburukan yang buruk. Sebaliknya kegagalan akan menjadi pendorong untuk terus maju.
Roma 5:3-4 "Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan"
Jika demikian, apa pun kondisi persoalan yang sedang dialami, ketekunan membawa kita pada pengharapan. Hidup semakin bermakna ketika tekun. Dengan tekun kita mengerti arti perjuangan dan menghargai sebuah kemenangan atau keberhasilan. Ketekunan diri membuat kita begitu menghargai orang lain yang mengalami kegagalan dan termotivasi untuk menjadi motivator bagi mereka yang sedang berjuang.
Langganan:
Postingan (Atom)